Berita Daerah

Sekar Telkom Bantu PMI Penuhi Darah

Ditulis oleh Radar Lampung

BANDARLAMPUNG – Kepedulian Serikat Karyawan (Sekar) Telkom dalam membantu Palang Merah Indonesia (PMI) berlanjut. Tahun ini bertepatan ulang tahun ke-14 pada 1 Maret, DPD Sekar Lampung juga menyelenggarakan donor darah di kantor Telkom lantai 3 kemarin (3/3).

Ketua DPD Sekar Lampung Gusti Rakhmadi mengatakan, kegiatan donor darah ini rutin digelar untuk membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah. Di mana, ada 114 karyawan Telkom Group yang terdaftar, tapi kemungkinan hanya 80 persen yang bisa karena faktor kesehatan. Sehingga targetnya hanya 100 kantong darah.

"Donor darah digelar dua kali dalam setahun, yaitu bertepatan ultah Telkom dan ultah Sekar Telkom," sebutnya. Sebelumnya, terus dia,pihaknya sudah memberikan hadiah kepada pensiunan Telkom sebagai pahlawan serta perlombaan internal seperti lomba bulu tangkis dan tenis lapangan. Ia menjelaskan, Sekar Telkom awalnya bernama Paguyuban Karyawan. Tapi, sejak pembubaran Korpri pada 28 Februari, maka berganti menjadi Sekar. "Sekar ini berperan menjadi fasilitator antara karyawan dengan perusahaan. Mulai dari kedisiplinan, kesejahteraan,kepangkatan atau karir, hingga target perusahaan," katanya. "Kegiatan donor darah ini wujud nyata kontribusi Sekar Telkom terhadap masyarakat. Sebab, kebutuhan darah masih kurang," ujar General Manager PT Telkom Tbk. Wilayah Telekomunikasi Lampung Muchlis.

Menurut dia, Telkom menargetkan pertumbuhan revenue (pendapatan) pada tahun ini 10 persen di atas pertumbuhan industri yang hanya 8 persen. Karena itu, kata Muchlis, Telkom menyiapkan tiga program utama agar mampu mencapai target tersebut. Yakni menggelar jaringan broadband, ekspansi ke sepuluh negara. Sekarang ini pihaknya berhasil melakukan ekspansi ke tujuh negara, yakni Singapura, Hongkong, Timor Leste, Australia, Myanmar, Malaysia, dan Amerika Serikat. Tahun ini, ekspansi bakal terus dilakukan hingga ke sepuluh negara, seperti Arab Saudi, Taiwan, dan Selandia Baru. "Ekspansi berupa penambahan kantor dan layanan TIMES (Telekomunikasi, Informasi, Media & Edutainment, dan Services) yang lengkap," urainya.

Sementara Lampung sendiri, kata dia, pihaknya akan terus menambah pelanggan. Di mana dari 9,5 juta pelanggan, 5 jutanya pelanggan Telkomsel dan belum termasuk tamu yang berkunjung. "Kita targetkan ada tambahan 20 persen pelanggan Telkomsel dengan data 25 persen. Sedangkan broadband Speedy targetnya 60–70 ribu pelanggan dari 42 ribu," sebutnya.

Tak hanya itu. Telkom juga telah mulai mengganti tembaga menjadi fiber optik pada pelanggan menengah ke bawah. Sebab, biasanya fiber optik hanya dapat dinikmati pelanggan corporate, perbankan, institusi pendidikan, dan tempat wisata. Misalnya, Tanjung Setia yang sudah full fiber optik sehingga pengunjung yang santai di cottage bisa menikmati akses internet cepat dan nyaman. (hyt/p3/c2/ade)

dicopy dari :

radarlampung.co.id

 

Tingkatkan Aksi Serikat : Sekar DPW Jateng DIY ambil alih O&M Akses dari PT.Telkom Akses !

Capek !... Ngantuk...emosi...namun tetap semangat memperjuangkan pelayanan kepada pelanggan demi cintanya kepada perusahaan yang sangat dicintainya ini, itulah suasana konsolidasi Sekar DPW-DPD se-Jateng DIY sejak pagi hari Jumat, 21 Pebruari 2014 hingga jelang tengah malam.

"Pelaksanaan O&M PT.TA di Jateng DIY dinyatakan gagal..!", demikian dikatakan Ketua Sekar DPW Jateng DIY Salamuddin yang didampingi Sekretaris DPW Iwan Agus Sugiarto, Wakil Ketua-I Karnanto HP, Wakil Ketua-II Yogo Santoso dan Wakil Ketua-III M.A.Yusuf Latif membacakan hasil keputusan setengah kamar Forum Ketua yang sebelumnya terjadi draw 4-4 suara DPD antara "ON" melanjutkan dan meningkatkan aksi serikat dan "OFF" dengan aksi diam dengan membiarkan fungsi O&M tetap dilaksanakan oleh PT.TA dan DNB.

"Selanjutnya Kita Ambil Alih Pekerjaan O&M Akses dari PT.TA", demikian "Bang Salam" Salamuddin melanjutkan putusannya dihadapan para Ketua DPD Sekar Telkom se-Jateng DIY dan para aktivis Sekar yang hadir memenuhi ruangan sekretariat DPW Jateng DIY.

Akhirnya suasana konsolidasi yang awalnya tegang, penuh emosi pudar dengan keputusan Organisasi ini, seluruh aktivis malah larut merumuskan tektek bengek aksi serikat selanjutnya yang menjadi risiko keputusan organisasi yang diambil termasuk soal budget dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan Telkom yang sempat terbengkalai akibat pengalihan pekerjaan IMS ke PT.TA yang mengakibatkan penurunan pelayanan kepada pelanggan.

Pengambilalihan pekerjaan O&M Akses dari PT.Telkom Akses dimaksud adalah mengembalikan fungsi O&M Akses ke Unit Access WITEL.

 

Aksi Serikat Akan Terus dilakukan dan ditingkatkan !

Pasca perundingan nasional Sekar Telkom se-Indonesia di Sekretariat Sekar Telkom DPW Jateng DIY, Kamis-Jumat 13-14 Pebruari 2014 kemarin yang menghasilkan kesepakatan DPP-DPW Sekar Telkom se-Indonesia :

1. Satgas TO Sekar telah menyelesaikan Drafting Organisasi WITEl dan Divisi Kawasan, sehingga kami mengusulkan draft tersebut untuk diimplementasikan.

2. Menghentikan :

• Proses Pengalihan IMS ke PT.Telkom Akses.

• Proses mapping yang dilakukan oleh HCC

Sampai dengan proses kesepakatan transformasi organisasi antara Telkom dan Sekar Telkom selesai.

3. Apabila kedua poin diatas (1;2) tidak diindahkan maka aksi-aksi serikat akan terus dilakukan dan ditingkatkan.

Serikat Karyawan Telkom se-Jawa Tengah DIY terus melakukan konsolidasi organisasi dan menjadikan Sekretariat DPW Jateng DIY di Gedung Telkom Singotoro disulap menjadi "Hotel Singotoro" sekaligus markas pergerakan serikat untuk terus melakukan aksi-aksi penolakan pengalihan IMS ke PT.TA dan bahkan akan terus ditingkatkan.

 
 

Perundingan Kasur tanpa Adegan Ranjang

Perundingan Meja Bundar merupakan perudingan antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda dari 23 Agustus hingga 2 November 1949. Perundingan ini dinamakan Perundingan Meja Bundar (Round Table Conference) karena dilakukan di meja yang disusun melingkar (bundar).

Sementara itu pernah juga terjadi Perundingan Renville, yaitu perundingan antara Indonesia dan Belanda yang ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN) yaitu : Amerika Serikat, Australia dan Belgia. Perundingan yang dimulai pada tanggal 8 Desember 1947 ini disebut dengan perundingan Renville karena dilakukan di atas geladak kapal perang Amerika Serikat sebagai tempat netral, yang bernama USS Renville, yang berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Lalu apa dan bagaimana dengan Perundingan Kasur ?

DEGM Netbro Teuku Muda Nanta dan Dirut PT. TA Badriyanto memenuhi undangan KDPW untuk berdiskusi. Mereka mendatangi markas Sekar DPW Jateng & DIY di Singotoro sekitar pukul 14.30 wib,  sesaat setelah mereka melakukan Sosialisasi Implementasi IMS Infrastruktur Akses di Gedung Telkom Jl.Pahlawan 10 Semarang.

Markas Sekaris Jateng & DIY kala itu masih dalam kondisi “alami”. Kasur-kasur sebagai alas tidur Sekaris se-Jateng & DIY  yang telah 2 hari menginap masih berserakan. Tentu sangat berbeda dengan suasana kunjungan dinas pejabat pusat ke witel-witel yang selalu disuguhi pemandangan yang serba rapi, teratur walau kadang ada yang tidak alami. Entah karena sikap apa adanya, kejujurannya atau justru karena kemalasannya, yang jelas suasana markas saat itu begitulah adanya.

Pak Badri dan Pak Nanta beserta rombongan begitu masuk markas Sekar langsung menyalami seluruh Sekaris yang ada tanpa kecuali. Selanjutnya mereka tidak berbicara di forum tetapi berunding dengan KDPW dan WakaDPW di atas kasur. Entah siapa yang berinisiatif, akhirnya pembicaraan mereka lakukan sambil “leyeh-leyeh” dan sesekali rebahan di atas kasur.

Sekaris yang sudah menunggu di ruang pertemuan sempat melongok ke dalam melihat apa yang terjadi. Beberpaa dari mereka malah mengabadikan momen langka itu dengan ponsel masing-masing. Ini bukan adegan ranjang murahan. Ini adalah pemandangan yang elok, natural, manusiawi dan tidak melanggar norma. Pembicaraan berlangsung cair, hangat, akrab meski masing-masing pihak tetap menjaga prinsip dan amanah yang diemban.

"Inti dari perundingan kasur tadi adalah Manajemen menganggap ini adalah masa transisi. Pada masa ini Manajemen mengharapkan kawan-kawan khususnya kawan akses dapat bekerja seperti biasa, melayani pelanggan sebaik-baiknya”, demikian Bang Salam menyampaikan kepada Sekaris tentang harapan Manajemen.

“Kita, Sekar DPW Jateng & DIY mendengar harapan Manajemen itu, namun DPW Jateng & DIY adalah bagian dari Sekar Nasional, sehingga sikap Organisasi tentu akan dibicarakan dengan seluruh elemen Sekar Nasional yang kebetulan pertemuannya akan berlangsung beberapa hari lagi”, demikian lanjut Bang Salam.

Demikianlah, perundingan dan diskusi dapat terjadi dimana saja. Kualitas hasilnya akan ditentukan oleh kesungguhan dan itikad baik dari pihak-pihak yang terlibat didalamnya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan yang terbaik bagi kita semua. Aamiiin.

 

 

 

Spanduk Penolakan PT.TA semakin marak

Menyusul aksi pemasangan spanduk-spanduk penolakan PT.TA dan Penolakan Pengalihan Pekerjaan Access ke PT.TA di Jawa Tengah & DIY yang dilanjut dengan pemasangan spanduk-spanduk di Halaman dan Gedung Telkom Ketintang Surabaya hari minggu malam 2 Pebruari 2014 untuk menyambut kedatangan Dirut PT.TA dan DEGM DNB. Di Pare-pare Sulawesi Selatan, Rabu, 5 Pebruari 2014 juga dilakukan aksi damai Penolakan PT.TA dengan pemasangan spanduk.

Sekar Telkom DPW Jawa Timur rupanya tidak mau ketinggalan juga. Sabtu, 8 Pebruari 2014 Sekar Telkom DPD Madiun memasang Spanduk-spanduk Batalkan Pengalihan Sentral ke PT.TA di Kawat-kawat Lapangan Tenis indoor Telkom Madiun.

Tak hanya di Madiun, Senin, 10 Pebruari 2014 Sekar Telkom DPD Surabaya Utara (SBU) memasang spanduk di Kantor Telkom Mergoyoso Surabaya.

 

 

di Madiun

 

di Mergoyoso - Surabaya

 

 

 
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

link rel= jdoc:include type=